Saturday, May 19, 2018
Dreaming
Jadi pagi ini saya semacam merasa dapet suntikan buat semangat menggapai mimpi yang sudah lama belum terwujud. Ya iyalah sudah lama, karena harus selesai undergraduate dulu baru bisa lanjut ke jenjang ini. Tadi saya buka akun 3 inspiring women versi saya, siapanya rahasia aja deh ya hehe.
Mereka ini perempuan yang melanjutkan sekolah hingga ke jenjang magister, bahkan satu di antara mereka sedang menunggu pengumuman untuk lanjut ke program doktor. This is awesome, really. Selalu kagum sama mereka yang tidak pernah patah semangat, selalu mencoba, dan akhirnya mereka menuai usaha yang sudah mereka lakukan.
Kadang suka minder sama diri sendiri, kok masih gini-gini aja belum ada kemajuan lagi buat lanjut magister padahal sudah hampir 1 tahun wisuda. Yaa memang sangat tidak mudah mempersiapkan segala sesuatu sambil kerja. Seharian di kantor, pulang dari kantor biasanya workout sebentar atau cuci baju. Kalo lagi lelah banget abis isya' langsung teler gak kepegang buku IELTS atau sekedar buku novel. Padahal harapan untuk lanjut ke jenjang magister ya satu-satunya dari beasiswa, jadi harus belajar cukup ekstra. Belum mampu biayain program magister by myself, mahal euy apalagi kalo mau study abroad hmmm.
Sepertinya harus atur ulang jadwal kegiatan dan mulai menghilangkan kebiasaan-kebiasaan gak penting yang bikin wasting time. Semangat meraih beasiswa tahun 2019, jrin!
Sunday, May 6, 2018
Mt. Talang, West Sumatera
Tuesday, April 17, 2018
Selalu tersenyum atau tertawa ketika melihat instastories teman-teman yang sedang berkumpul di suatu tempat. Entah pertemuan itu suatu kebetulan atau memang direncanakan. Namun, saya juga sedih karena tidak bisa hadir di antara mereka.
Kalau melihat instastories itu, saya teringat kembali saat-saat ketika saya magang di sebuah kantor akuntan di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Kadang sehabis pulang dari kantor, kami menyempatkan diri untuk sekedar menonton film, membuat surprise party ketika ada yang ulang tahun, atau menginap di rumah teman yang letaknya berada di pusat Jakarta.
Hai kalian, di tempatku ini sepi tanpa kehadiran kalian. Tidak ada teman nyata yang ada ketika ingin bercerita. Tidak ada teman nyata ketika diri ini ingin berbagi tawa dan tangis. Semoga kita selalu sehat sampai nanti kita bertemu lagi. Entah suatu hari nanti dan entah dimana tempat nya 😊
Friday, April 13, 2018
23
Pagi-pagi sekitar hampir jam 05.30 ditelpon suruh buka LINE, ternyata ada adik dan ibu yang udah heboh mau video call. Surprise sekali dapet morning call dari mereka, padahal mah beda pulau tapi seniat itu. Video call cuma sekitar 30 menit, ga bisa lama-lama soalnya harus bersiap ke kantor. Perjalanan ke kantor ditelpon Mbah Uti, seperti biasa adik Kakek yang satu ini nggak pernah lupa dan selalu telpon setiap tahun.
Sampai di kantor mulai diucapin sama teman-teman dan tiba-tiba ada video call masuk dari Nadia Bian hahaha. Kaget serius karena tiba-tiba ada nada video call masuk yang suaranya lumayan kencang, mana ruangan lagi sepi. Nah video call sama Nanad juga nggak lama karena harus kerja kan, jadi yaudah gosip seperlunya aja hehehe.
Alhamdulillah hari ini hp lumayan ramai dengan ucapan-ucapan beserta doa.
Sore menjelang maghrib pas sampai di kosan, janjian sama Kinta mau pergi makan. Eh pas dia ketok-ketok kamar dan saya buka pintu, dia bawa kue ada lilinnya hahaha malu euy tapi seneng karena bisa tiup lilin. Entahlah jiwa bocah masih ada banget, karena masih seneng sama yang namanya tiup lilin ehehehe.
Ulang tahun kali ini nano-nano banget sih. Udah jauh dari siapapun, ada senengnya ada sedihnya juga. Nah sedihnya yang banget-banget pula, karena apa yang waktu itu direncanakan dengan matang malah gagal sama sekali, orangnya juga gak ngucapin hehe. Yaa hidup emang suka gitu, nggak sesuai sama apa yang diharapkan dan direncanakan.
Intinya syukuri aja apapun itu, beruntung masih diberi kesempatan hidup selama 23 tahun. Belum tentu kan tahun depan masih bisa ngerasain bertambah umur :)
Sunday, April 8, 2018
Pencapaian
Seperti yang saya sudah saya tulis dalam tulisan sebelum post ini. Di tempat tinggal saya sekarang cukup sepi, kadang membuat bosan, dan jenuh. Seorang sahabat pernah berkata kepada saya, "yaudah lu cari kesibukan aja, supaya nggak inget hal-hal yang bikin sedih diri lu sendiri".
Sejak hari itu saya mulai mencari kesibukan supaya tidak merasa sedih dan bosan.
Hari ini, 8 April 2018 saya ikut bersepeda bersama 2 orang teman. Pagi-pagi saya bangun dan bersiap, karena rencana sepedaan akan dimulai pukul 06.15. Untungnya saya dapat pinjaman sepeda yang capable untuk medan yang akan dilalui. Perjalanan dimulai dari camp, lalu keluar melalui gate kecil (entah apa namanya) lalu menyusuri jalan kampung yang berkerikil.
Sudah gowes cukup lama, ternyata kami salah jalan. Seharusnya jalan yang kami lalui tidak ada jalan aspal, tetapi di depan malah bertemu jalan aspal yang sangat halus. Akhirnya putar balik dan menemukan jalan yang benar. Baru pertama kali saya off-road naik sepeda, seru parah sih bahagia campur takut juga.
Kenapa takut? Soalnya beberapa kali ban sepeda slip, lewat hutan kelapa sawit (yang kata orang-orang biasanya banyak ular cobra), terus juga takut sepeda ada masalah sementara kami lagi ada di daerah terpencil.
Perjalanan sepedaan kali ini alhamdulillah terasa menyenangkan. Selama di jalan nggak berhenti nengok kanan-kiri. Apalagi kalau pemandangannya hamparan padang atau kelapa sawit, bagus deh suka. Sepedaan kali ini paling lama, sekitar 2 jam lah karena sempet nyasar juga.
Setelah mengembalikan sepeda, kami beli sarapan nasi uduk. Pas banget lah ya karena lagi lapar banget, harus makan nasi. Terus saya kepo nanya-nanya sama Kak Wulan, tadi kita sepedaan kira-kira berapa kilometer. Ternyata kata kakaknya kita sepedaan sekitar 22 km loh. Nggak nyangka banget saya sepedaan sejauh itu haha. Ini adalah sebuah pencapaian dalam sejarah sepedaan di hidup saya hingga detik ini (lebay pisan tapi proud with myself sih).
Terima kasih buat teman-teman yang sudah membuat hari Minggu ku menjadi lebih produktif. Sepedaan membuat saya ada kesibukan, jadi nggak sedih melulu. Sepertinya kapan-kapan sepedaan yang lebih jauh menarik nih. 🤔
Saturday, April 7, 2018
Berpikir
Entahlah semua hampir terasa membosankan. Hari libur di Duri hanya dihabiskan di kos, paling sesekali bersepeda. Tak banyak kegiatan yang saya lakukan, tidak seperti waktu kos di Depok.
Selain itu orang-orang terdekat juga sibuk. Seseorang yang pernah dekat dengan saya ketika saya baru tiba disini juga sudah tidak ada kehadirannya. Saya mulai memikirkan kegiatan untuk mengisi waktu luang saat weekend, tetapi masih buntu.
Tuesday, April 3, 2018
Terkadang apa yang diharapkan tidak selalu berakhir dengan manis. Seperti di awal tahun 2018 ini, ketika saya pindah dan memulai hidup di Pulau Sumatera.
Seandainya kami tidak dipertemukan kembali, apa semua akan baik-baik saja? Saya yakin, tidak akan ada air mata ketika kami tidak lagi dipertemukan, tetapi semua sudah terlambat.